Data Pilpres Jateng dan Jatim Dipelintir Kampret: Ini Buktinya!

Pasca pemungutan suara Pilpres 2019 yang digelar 17 April 2019, banyak aneka macam kabar hoax diedarkan di media sosial. Meski beragam bentuknya, temanya bisa disebut seragam yakni mendelegitimasi penyelenggara Pemilu, terutama KPU dan Bawaslu. Salah satu contohnya soal kenaikan jumlah pemilih antara Pilkada serentak 2018 dengan jumlah pemilih Pilpres 2019.

Seperti ini contohnya: 

BERITA KAMPRET:

Menurut berita Kampret, jumlah pemilih Pilkada pada Pemilihan Gubernur Jateng 2018 mencapai 17.630.687 ( Ganjar = 10.362.694 suara dan Said = 7.267.993 suara ). Kemudian pada Pilpres 2019, jumlah pemilih di Jateng 21.769.958 ( Jokowi = 16.825.511 suara dan Prabowo = 4.944.447 suara). Lalu Kampret mempertanyakan besarnya kenaikan jumlah pemilih yang mencapai sebesar 4.139.271 suara.

Menurut berita Kampret, jumlah pemilih Pilkada pada Pemilihan Gubernur Jatim 2018 mencapai 19.541.232 ( Khofifah = 10.465.218 suara dan Saifullah = 9.076.014 suara). Kemudian pada Pilpres 2019, jumlah pemilih di Jatim 24.672.915 ( Jokowi = 16.231.668 suara dan Prabowo = 8.441.247 suara). Lalu Kampret mempertanyakan besarnya kenaikan jumlah pemilih yang mencapai sebesar  sebesar 5.131.683 suara.

Setelah itu, Kampret memanfaatkan besarnya kenaikan jumlah pemilih di Jateng dan Jatim yang mencapai 9 jutaan untuk memframing kabar bernuansa negatif. 

DATA FAKTA

Bagaimana Faktanya? Berikut data resmi dari lembaga resmi KPU:

DPT PILKADA JATENG : 27.068.125
Tingkat Partisipasi : 73.2 %
Pemilih : 19.813.867

DPT PILPRES JATENG: 27.896.902
Tingkat Partisipasi : 82.5%
Pemilih : 23.014.944

DPT PILKADA JATIM : 30.155.719
Tingkat partisipasi : 69,55 %
Pemilih : 20.973.302

DPT PILPRES JATIM: 30.912.994
Tingkat partisipasi : 80 %
Pemilih : 24.730.395

ANALISA DATA 

Menurut data resmi KPU di atas, jumlah DPT Pilkada Jateng 2018 dan DPT Pilpres 2019 di Jateng terbilang tidak jauh berbeda karena sama-sama dalam angka 27 juta. Perbedaan mencolok terdapat dalam tingkat partisipasi pemilih.  Dalam Pilkada 2018, Tingkat Partisipasi di Jateng hanya 73.2 % (jumlah pemilih : 19.813.867). Namun dalam Pilpres 2019 di Jateng, Tingkat Partisipasi melonjak jadi 82.5% (jumlah pemilih : 23.014.944). Artinya, lonjakan besar hanya terjadi dalam tingkat partisipasi pemilih dan bukan terjadi pada jumlah pemilih dalam DPT. 

Menurut data resmi KPU di atas, jumlah DPT Pilkada Jatim 2018 dan DPT Pilpres 2019 di Jatim terbilang tidak jauh berbeda karena sama-sama dalam angka 30 juta. Perbedaan mencolok terdapat dalam tingkat partisipasi pemilih.  Dalam Pilkada 2018, Tingkat Partisipasi di Jatim hanya 69,55 %. Namun dalam Pilpres 2019 di Jatim, Tingkat Partisipasi melonjak jadi 80%. Artinya, lonjakan besar hanya terjadi dalam tingkat partisipasi pemilih dan bukan terjadi pada jumlah pemilih dalam DPT. 

PERBANDINGAN DATA:

KESIMPULAN:

Jika melihat data yang dipaparkan Kampret ternyata salah dan tak sesuai dengan data resmi KPU. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kabar yang produksi Kampret adalah HOAX 100%.