Hoaks Pemilu di Madura: Waspadai Informasi Hoaks Produksi Para Kampret “Hama Demokrasi”

Video seorang pria terluka dengan narasi bahwa pria tersebut merupakan pelaku pencoblos 100 surat suara di Madura menjadi viral di jejaring sosial Facebook. Video tersebut diunggah akun Mayang Sari pada 22 April 2019.

Mayang Sari memberi keterangan pada unggahannya bahwa peristiwa itu terjadi di Madura. Ia juga menyebutkan bahwa pria terluka itu merupakan pelaku pencoblos 100 kartu suara. Pria itu dipotong tangannya oleh warga.
Mayang Sari juga mengunggah hasil tangkapan layar percakapan di salah satu Whatsapp Grup dengan narasi serupa. “Kejadian di madura…yg nyoblos 100 kartu suara untuk 01..di potong tangannya oleh warga,” tulis akun Mayang Sari.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tempo.co, video ini telah lama beredar di YouTube. Akun Ridho Roma mempublikasikan video ini pada 16 Februari 2019 atau dua bulan sebelum pemungutan suara pemilu 2019.
Akun Ridho Roma memberi judul pada videonya: Korban Carok Madura. Namun video tersebut tidak dapat lagi ditonton. Saat dibuka terdapat keterangan video tersebut masuk kategori tidak layak tonton untuk beberapa pengguna. Sejak diunggah pada 16 Februari 2019, video tersebut telah ditonton lebih dari 45.000 kali.

KESIMPULAN

Narasi Mayang Sari tak sesuai dengan fakta video dan menimbulkan informasi yang sangat menyesatkan.