Lucu! Prabowo Diingatkan Santri Saat Salah Sebut Nama Juara Piala Dunia 2018

Ada yang janggal ketika Prabowo Subianto bicara tentang sepakbola. Capres yang diusung koalisi empat partai; Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat, ini kerap mengkritik prestasi tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia yang tidak pernah masuk Piala Dunia. Seolah-olah paham betul saat bicara peringkat timnas berada di posisi 164 dunia, padahal pengetahuannya bisa jadi nol.

Contohnya bisa dibaca di artikel Kompas.com, Senin 10 September 2018. Kompas menulis kejadian lucu saat Prabowo memberikan sambutan di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Saat itu dia bicara tentang sepakbola dan piala dunia.

Namun lucunya, Prabowo diprotes ratusan santri gara-gara salah menyebut nama negara juara Piala Dunia 2018. Semua tahu, piala dunia adalah ajang sepak bola paling bergengsi sejagat.  “Perancis, pak,” teriak beberapa santri, membetulkan pernyataan Prabowo.

Sukar dipercaya memang, orang sekelas Prabowo tidak tahu nama juara piala dunia. Selanjutnya, Ketua Umum Partai Gerindra ini pun segera membetulkan kesalahannya. “Bukan Kroasia yaa… Perancis yang menang?” dia balik bertanya.

“Mohon maaf karena saya tidak pernah lihat Piala Dunia. Saya tidak mengikuti karena Indonesia tidak ikut. Tapi kalian yakin jika Indonesia bisa ikut piala dunia,” kata Prabowo, sambil disambut tepuk tangan meriah dan tawa para santri.

Bagaimana reaksi publik? Silakan cek di fanspage Kompas.com di Facebook. Artikel tersebut diunggah beberapa jam setelahnya. Sampai sekarang sudah dibagikan 182 kali, kemudian dikomentari 458 orang. Reaksi para followersnya juga beragam. Namun rata-rata mereka justru mempertanyakan pengetahuan Prabowo tentang sepakbola.

Lihat saja komentar pemilik akun Facebook M. Robert Nasrulah. Dia menulis komentar: “Begini (yang gampang) aja salah, gimana mau jadi presiden? bener juga sih kalau 2030 bakal bubar kalau 5 tahun dipimpin presiden kayak gini dan selebihnya dibebankan dengan sangat berat ke presiden periode berikutnya”.

Hal menggelikan lainnya, alih-alih memberi solusi bagaimana cara konkret membangun timnas agar masuk piala dunia, dia malah meminta santri menyebutkan nama-nama negara di Eropa dan membandingkan luasnya dengan Indonesia.

Selanjutnya dia memutar rekaman pidato Bung Tomo saat perang di Surabaya melawan penjajah Belanda. Dia mengaku sering membawa dan memutar pidato tersebut untuk membakar semangat anak muda untuk berjuang.

“Saya salut dengan warga di Jawa Timur yang selalu berani. Kunci dari keberhasilan itu adalah keberanian,” kata Prabowo dari atas mimbar.

Lalu inti dari pertemuan Prabowo dengan santri dan ulama di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung itu apa? Ternyata dia ingin meminta restu kepada ulama dan tokoh masyarakat untuk maju ke Pilpres 2019. Lalu dia menjelaskan latar belakangnya, tidak lagi membahas sepakbola.

Menurut dia, di negara Indonesia yang menganut demokrasi, siapapun yang ingin berkuasa harus minta izin ke rakyat. “Luasan Indonesia sama dengan Eropa, sehingga berat jika minta izin ke seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Meskipun begitu Prabowo mengklaim sudah dekat dengan para ulama sejak menjadi prajurit TNI. Sekilas kedekatan itu memang jelas terlihat. Prabowo, misalnya, saat tiba di Ponpes Darusalam Blokagung langsung dikalungi surban warna hijau oleh KH Hisyam Syafaat, pengasuh pondok.

Namun bagaimana tanggapan sohibul bait alias tuan rumahnya? Alih-alih memberi dukungan tegas kepada Prabowo, pernyataan Gus Abdul Kholiq justru masih ‘mengayun’. Dia menegaskan kalau sampai saat ini ponpesnya belum memutuskan mendukung capres manapun, baik Prabowo maupun Jokowi.

“Seperti yang disampaikan dalam pidato tadi beliau hanya meminta restu dan tidak meminta dukungan. Dan siapapun yang datang ke pondok akan tetap kami hormati. Kunjungannya murni silaturahmi. Sampai saat ini pondok pesantren kami belum menyatakan memberikan dukungan secara khusus kepada capres dan cawapres manapun,” katanya.