Prabowo-Sandi Mendadak Ganti Visi-Misi: Indonesia Hanya Dianggap Seperti Mainan?

*

Kabar mengejutkan dan memalukan kembali hadir dari kubu Capres-Cawapres 02 ((@prabowo – @sandiuno). Di tengah kegaduhan hoax surat suara pemilu, pada 9 Januari 2019 lalu kubu Capres-Cawapres 02  tiba-tiba merubah visi-misinya yang sudah mereka serahkan ke KPU pada September 2018. Padahal, visi-misi itu sudah disosialisasikan selama empat bulan sejak  September 2018.

Penggantian visi-misi Capres-Cawapres 02 itu jelas sangat aneh. Sebab, para panelis sudah menyerahkan daftar pertanyaan untuk debat Capres-Cawapres yang akan digelar KPU.

https://www.merdeka.com/politik/enam-panelis-telah-selesaikan-daftar-pertanyaan-debat-pertama-pilpres.html

Pertanyaan yang muncul kemudian: “Kalau visi-misinya mendadak diganti, bukankah hal itu sama saja dengan membohongi masyarakat selama 4 bulan?”

Kalau mau jujur, Visi-Misi Capres-Cawapres 02 yang baru justru bikin bingung warga karena  kalimatnya terlalu panjang dan tidak efektif secara tata bahasa. Ada yang bilang visi-misi Capres-Cawapres 02 mirip brosur. (Mulanya visi misi Prabowo-Sandi terdiri dari 14 halaman termasuk sampul depan, kini tebalnya menjadi 45 halaman). Anehnya, isinya hampir 90 % beda dari visi-misinya yang pertama didaftarkan di KPU. Tapi lucunya, visi-misi yang sedemikian panjang dianggap hanya singkat.

https://news.detik.com/berita/4379828/kejutan-prabowo-sandi-ubah-visi-misi

*( https://nasional.kompas.com/read/2018/09/26/23245881/tim-sukses-ungkap-alasan-visi-dan-misi-prabowo-sandiaga-cukup-singkat )*

Belakangan terungkap bahwa visi-misi Capres-Cawapres 02 yang lama ternyata tak terdapat tema Hak Azasi Manusia (HAM). Tema HAM baru muncul setelah  visi-misi Capres-Cawapres 02 direvisi mendadak. Tema HAM ini muncul dalam misi no.3. yang berbunyi “Membangun keadilan dan HAM” Celakanya, kalimat yang dipakai juga ditertawakan netizen. “HAM kok dibangun? HAM itu harusnya ditegakkan/dilindungi/diterapkan prinsipnya bos…”

*( https://www.alinea.id/pemilu/isu-ham-belum-masuk-dalam-visi-dan-misi-prabowo-sandi-b1UB89fWb )*

Adanya penggantian Visi-Misi Capres-Cawapres 02 secara mendadak ini menunjukkan bahwa pasangan Prabowo-Sandi memang tidak siap atau tidak mampu menjadi pemimpin. Jangan-jangan  Prabowo-Sandi hanya menganggap negara ini sebagai mainan sehingga mereka merubah visi-misi seenaknya. 

Sedari awal, sikap politik kubu Prabowo-Sandi cenderung gegabah, kalau tak mau disebut semau gue. Apa contohnya? Saat menyikapi masalah Hizbut Tahrir Indonesia yang jelas-jelas anti Pancasila misalnya, para politisi partai pendukung koalisi Prabowo-Sandi bersikap melawan keputusan pemerintah *( https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180507204236-32-296409/gerindra-pan-pks-dukung-hti-ajukan-banding )* . Bahkan, para politisi partai pendukung koalisi Prabowo-Sandi malah merangkul kaum radikal antek ISIS yang ingin mengacak-acak ibu pertiwi demi meraih kekuasaan 

Yang cukup mengerikan, Visi-Misi Capres-Cawapres 02 hasil revisi ternyata sekitar 90 % mirip dengan visi-misinya Capres-Cawapres 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin). Wajar saja jika TKN Jokowi-Ma’ruf Amin berteria-teriak ada penjiplakan visi-misi.

https://news.detik.com/berita/d-4379333/tim-jokowi-kritik-prabowo-sandi-ubah-visi-misi-menjiplak

Kelakuan kubu Capres-Cawapres 02  yang menggonta-ganti visi-misi semau gue tersebut menjadi pertanda jelas bahwa mereka memang tidak memiliki gagasan yang pasti; ke mana negara ini akan mereka bawa. Yang pasti, kubu Capres-Cawapres 02 tampak “kejang otak” saat melihat visi-misinya Capres-Cawapres 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin). https://www.liputan6.com/news/read/3868011/jubir-tkn-prabowo-sandiaga-gelagapan-lihat-visi-misi-jokowi-maruf?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter&utm_campaign=rss

KPU Tolak Perubahan Visi-Misi Capres-Cawapres

Lantas bagaimana sikap KPU terkait penggantian Visi-Misi Capres-Cawapres 02 tersebut? Menurut komisioner KPU Wahyu Setiawan, perubahan Capres-Cawapres 02 ditolak oleh KPU. KPU pun memastikan tidak ada perubahan dokumen visi-misi Prabowo-Sandiaga.

“Di website KPU, dokumen awal yang dicantumkan. Bahwa ada surat dari BPN (Badan Pemenangan Nasional), betul kami sudah terima. Tetapi kami akan jawab sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak ada perubahan dokumen (dalam website KPU),” ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Wahyu menegaskan dalam regulasi KPU, dokumen visi-misi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan presiden dan wakil presiden yang tahapannya sudah berlalu.

“Sehingga pada surat balasan akan menjelaskan hal tersebut, bahwa dokumen sudah tidak bisa diperbarui. Namun, dalam berkampanye, boleh saja memaparkan gagasan yang baru. Itu menjadi hak calon presiden dan calon wakil presiden untuk berkomunikasi kepada masyarakat,” pungkas Wahyu.

*( http://mediaindonesia.com/read/detail/209774-kpu-tolak-perubahan-visi-misi-prabowo )*